Hotline Layanan
Para ilmuwan berupaya menciptakan "impian" kecerdasan buatan
2024-03-13
807
Menurut laporan majalah Jerman "Der Spiegel" pada 1 Maret, kecerdasan buatan (AI) ilmuwan komputer Italia Simone Palazzo terkadang "bermimpi" tentang hal-hal aneh. Impiannya mungkin termasuk truk bermotif ocelot dan mobil mainan berkepala anjing, atau kursi malas dengan secangkir bir hitam besar di bantalan kursi. Palazzo sesekali mengalihkan AI-nya ke mode tidur karena dia berharap AI-nya akan belajar lebih menyeluruh.
Tidur sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Ketika otak memasuki kondisi tidur, secara tidak sadar ia mengkonsolidasikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh pada jam-jam sebelumnya dan mengkategorikan informasi, mengubah detail penting menjadi memori jangka panjang. Dihipotesiskan bahwa mimpi membantu menyimpan pengalaman. Namun, para peneliti masih belum dapat menjelaskan fungsi mimpi secara pasti.
Berbeda dengan manusia, jaringan saraf tiruan AI tidak pernah lelah dan tidak memerlukan istirahat atau tidur. Namun, mereka memiliki kekurangan dalam ingatan: setelah diajari tugas baru, mereka sering melupakan kemampuan yang telah dipelajari sebelumnya. Palazzo berkata, "Pertama-tama kami melatih model dengan gambar anjing dan macan tutul, lalu menunjukkan gambar panda dan jerapah, dan model tersebut mungkin tiba-tiba gagal membedakan antara anjing dan macan tutul." Para ahli menyebut situasi ini sebagai "bencana lupa".
Palazzo dan rekannya Concetto Spampinato, keduanya dari Universitas Catania, sedang mengembangkan model AI untuk aplikasi medis. Mereka melatih model tersebut untuk menganalisis rontgen gigi atau mendiagnosis berbagai penyakit kulit berdasarkan gambar. "Bencana lupa" adalah masalah yang mereka hadapi: jika AI melupakan gambar sebelumnya saat mempelajari gambar klinis baru, hal ini tidak akan membantu siapa pun. Apakah hasil penelitian tidur juga dapat digunakan untuk memperbaiki mesin?
Dalam eksperimennya, Palazzo dan Spampinato menyimulasikan tahapan bangun dan tidur. Pertama, model dilatih dalam kondisi terjaga seperti AI biasa: peneliti memasukkan gambar burung beo atau katak ke dalam jaringan saraf. Selanjutnya, jaringan saraf menghubungkan neuron buatan dan belajar mengenali gambar. Dengan cara ini, ketika ia melihat gambar lain yang berisi burung beo atau katak, ia dapat mengidentifikasinya dengan percaya diri.
Pada langkah kedua, peneliti menempatkan sistem ke kondisi seperti tidur melalui perintah komputer. Mereka tidak lagi menampilkan gambar-gambar baru tetapi hanya menampilkan gambar-gambar yang pernah dilihatnya sebelumnya. Proses berulang ini tampak seolah-olah mesin sedang mengambil gambar dari memori. Palazzo mengatakan metode ini dapat memperkuat pengetahuan yang telah dipelajari di jaringan saraf.
Terakhir, dalam mode mimpi, jaringan saraf akan melihat beberapa gambar campuran, seperti sofa dan cangkir bir, atau ocelot dan truk. Palazzo berharap ini akan mempersiapkan sistem untuk menerima pengetahuan baru. Untuk mencapai hal ini, ia menjaga jaringan saraf dalam kondisi seperti tidur untuk jangka waktu yang lama: secara keseluruhan, durasi tahap tidur sekitar 50 kali lipat durasi tahap terjaga.
Orang selalu ingin membuat mesin sesuai dengan gambaran mereka sendiri. Palazzo juga menganjurkan reproduksi fungsi otak manusia dengan setia. Namun, pendekatan ini masih kontroversial di kalangan ilmuwan komputer. Pakar AI asal Inggris Andrew Rogoyski menulis di majalah "New Scientist" bahwa otak manusia adalah hasil evolusi jutaan tahun, dan oleh karena itu mewakili kompromi biologis antara kinerja dan konsumsi energi.
Apakah AI Palazzo benar-benar "tidur" dan "bermimpi" mungkin masih menjadi perdebatan. Seperti yang diakui Palazzo sendiri, jaringan saraf modelnya tidak dapat belajar seperti manusia, juga tidak menghasilkan gambar mimpi sendiri; sebaliknya, gambar tersebut dibuat oleh peneliti Italia dalam generator gambar yang digerakkan oleh AI.
Tim peneliti Italia baru-baru ini merilis hasil awal eksperimen tidur. Pakar independen saat ini sedang meninjau hasilnya. Tergantung pada modelnya, jaringan AI yang dilatih dalam siklus tidur-bangun dapat mencapai peningkatan akurasi pengenalan gambar hingga 12%. Frekuensi “bencana lupa” juga menurun. Palazzo menyebutnya sebagai "peningkatan yang signifikan".
Rekomendasi Terkait
Pidato Song Yuanming di Kuliah Huaqiang: Jalan Menuju Pencitraan Merek Global untuk Kinghelm dan Skkor
2026-06-05
725
Setelah Meraih Dua Gelar Berturut-turut, Kami Masih Terus Berkembang——Wawancara Slkor dengan Sun Gaofei
2026-06-11
493




粤公网安备44030002007346号