Berita
Berita
Tim Swiss Mengembangkan Antarmuka Otak-Mesin Ultra-Kecil dengan Akurasi 91% dalam Konversi Pikiran ke Teks
2024-08-29 1216

Pada tanggal 29 Agustus, di bidang antarmuka otak-mesin (BMI), Neuralink milik Elon Musk telah sangat dinantikan. Namun, chip film tipis baru dari Swiss telah mengalahkan Neuralink, yang tidak hanya menawarkan ukuran yang lebih kecil tetapi juga kinerja yang lebih unggul.

 

Chip yang dikembangkan oleh para peneliti di école Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) ini merupakan terobosan signifikan di bidang antarmuka otak-mesin (BMI). BMI adalah teknologi yang dapat membaca aktivitas otak dan mengubahnya menjadi keluaran dunia nyata, seperti teks di layar. Chip yang diberi nama Micromachine Brain Interface (MiBMI) ini terbilang sangat kompak, terdiri dari dua chip tipis dengan luas total hanya 8 milimeter persegi.Sebaliknya, perangkat Neuralink milik Elon Musk relatif lebih besar, berukuran sekitar 23 x 8 milimeter.

 

Selain itu, chip EPFL memiliki konsumsi daya yang sangat rendah, invasif minimal, dan sistem terintegrasi penuh yang mampu memproses data secara real-timeHal ini berbeda dengan Neuralink, yang memerlukan 64 elektroda untuk ditanamkan di otak dan memproses data melalui aplikasi perangkat eksternal.

 

Mahsa Shoaran, kepala Laboratorium Teknologi Neural Terpadu EPFL, menyatakan: “MiBMI memungkinkan kita mengubah aktivitas otak yang kompleks menjadi teks yang dapat dibaca dengan presisi tinggi dan konsumsi daya yang rendah. Kemajuan ini membawa kita lebih dekat ke solusi implan praktis yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi secara signifikan bagi individu dengan gangguan motorik yang parah.”

 

Seperti BMI lainnya, MiBMI memantau aktivitas listrik di otak dan mengubahnya menjadi keluaran berdasarkan data pemantauan otak sebelumnya. MiBMI dapat membaca sinyal otak yang terbentuk saat seseorang membayangkan menggambar huruf dan mengubah sinyal ini menjadi teks.

 

Menurut IT Home, chip MiBMI belum diuji pada subjek hidup, tetapi telah mencapai tingkat akurasi 91% dalam mengubah aktivitas saraf menjadi teks sebenarnya, menggunakan rekaman saraf waktu nyata yang dikumpulkan dari pengujian antarmuka otak sebelumnya untuk pelatihan.

 

Selama penelitian, para ilmuwan EPFL mengidentifikasi serangkaian penanda saraf yang sangat spesifik yang terpicu saat pasien membayangkan menulis setiap huruf. Penanda ini disebut sebagai "kode saraf" (DNC) yang unik.

 

Saat ini, MiBMI dapat menguraikan 31 karakter berbeda, yang menurut para peneliti merupakan rekor baru untuk sistem terintegrasi semacam ini. Mereka yakin bahwa sistem tersebut pada akhirnya dapat menguraikan hingga 100 karakter berbeda.

 

Para peneliti juga tengah menjajaki kemungkinan penggunaan lain untuk sistem ini, yang mungkin lebih dari sekadar pemrosesan teks. Studi yang relevan telah dipublikasikan dalam edisi terbaru Majalah IEEE Solid-State Circuits.

whatsapp

Hotline Layanan

tel: +86 755 83044319

WhatsApp

Whatsapp:+8618073002950